JOMBANG — Papan denah lokasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Mojojejer hasil karya Kelompok 11 KKN SDGs Jombang "Ekadasa Jejer" resmi diluncurkan pada Kamis (6/8/2026) pukul 10.00 WIB. Sebanyak 10 UMKM di Desa Mojojejer berhasil dipetakan dalam program ini. Acara peresmian yang digelar di Lapangan Desa Mojojejer turut dihadiri oleh jajaran Perangkat Desa Mojojejer serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Peresmian ini menandai rampungnya program pemetaan UMKM yang dilaksanakan mahasiswa KKN Ekadasa Jejer selama kurang lebih dua hingga tiga pekan. Sebelumnya, Desa Mojojejer belum memiliki denah maupun basis data UMKM yang tersusun secara terstruktur sehingga program ini diharapkan dapat mempermudah pendataan sekaligus promosi usaha lokal.
"Harapan kami, masyarakat atau pengunjung dari luar Desa Mojojejer yang lewat bisa langsung tahu ada UMKM apa saja di sini, termasuk mana yang jadi unggulan. Jadi denah ini bukan cuma alat bantu menemukan lokasi, tapi juga sarana promosi supaya UMKM warga lebih dikenal," ujar salah satu perwakilan Kelompok 11 KKN Ekadasa Jejer yang merancang program denah UMKM.
Selama proses pemetaan, tim KKN mendata sebaran berbagai jenis usaha yang ada di Desa Mojojejer. Jenis usaha yang paling banyak ditemui adalah toko kelontong atau toko Madura serta penjual jajanan, disusul toko pakan hewan, bengkel las, penjual mi ayam dan bakso, hingga toko bunga. Denah ini diharapkan membantu UMKM Mojojejer berkembang dan lebih mudah diakses masyarakat dari luar desa, baik melalui Google Maps maupun papan denah yang dipasang di pinggir jalan, dilengkapi poster berisi nama toko dan kode QR yang tertaut langsung ke lokasi Google Maps.
Kehadiran denah UMKM ini diharapkan memudahkan masyarakat, khususnya dari luar Desa Mojojejer, dalam menemukan lokasi pelaku usaha melalui papan denah maupun kode QR yang terhubung dengan Google Maps. Selain menjadi sarana promosi bagi UMKM lokal, hasil pemetaan tersebut juga menjadi basis data awal bagi pemerintah desa untuk mendata potensi ekonomi masyarakat. Data itu selanjutnya akan dimanfaatkan sebagai acuan dalam pelaksanaan program pendampingan pemasaran digital oleh Kelompok 11 KKN Ekadasa Jejer.
Dari sisi teknis, pemetaan dilakukan melalui pendataan langsung ke lokasi pelaku usaha (door-to-door) selama kurang lebih dua hingga tiga minggu sebelum peresmian, dipadukan dengan penentuan titik koordinat lewat Google Maps serta pencocokan data batas wilayah bersama perangkat desa. "Informasi yang kami himpun meliputi nama usaha, jenis produk, lokasi usaha hingga tingkat dusun dan RT, serta petunjuk arah dan informasi pendukung lainnya." ujar salah satu anggota tim survei Kelompok 11 KKN Ekadasa Jejer.
Hasil akhir pemetaan dituangkan dalam bentuk papan denah UMKM yang kini telah terpasang di area publik Desa Mojojejer sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menemukan lokasi pelaku usaha setempat.
Oleh: Talitha Apsari Indriati