You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Mojojejer
Logo Desa Mojojejer
Mojojejer

Kec. Mojowarno, Kab. Jombang, Provinsi Jawa Timur

Mahasiswa KKN UPNVJT Edukasi 164 Siswa di Dua SD Mojojejer Mengenai Pengelolaan Sampah

Administrator 31 Juli 2026 Dibaca 2 Kali
Mahasiswa KKN UPNVJT Edukasi 164 Siswa di Dua SD Mojojejer Mengenai Pengelolaan Sampah

JOMBANG  — Sebanyak 164 siswa dari SDN 1 Mojojejer dan SDN 2 Mojojejer, Kabupaten Jombang, mengikuti sosialisasi pengelolaan sampah yang diselenggarakan mahasiswa Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, atau Ekadasa Jejer. Kegiatan berlangsung dalam dua hari terpisah, yaitu Jumat (24/7/2026) di SDN 1 Mojojejer dan Senin (27/7/2026) di SDN 2 Mojojejer.

Dari total peserta, 92 siswa berasal dari SDN 1 Mojojejer dan 72 siswa lainnya dari SDN 2 Mojojejer. Kegiatan di masing-masing sekolah berlangsung selama sekitar 2,5 jam, mencakup pemaparan materi seputar jenis-jenis sampah, manfaat pengolahan sampah, hingga simbol dan warna yang digunakan untuk membedakan kategori sampah.

Ketua Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, atau Ekadasa Jejer, Sulthan Hafidhuddien, menjelaskan bahwa pemilihan isu sampah sebagai program kerja didasarkan pada kondisi yang memang kerap ditemui di wilayah Jombang. "Kami memilih isu sampah karena ini memang salah satu permasalahan yang cukup sering muncul di wilayah Jombang. Jadi program ini berangkat dari kondisi yang memang benar-benar terjadi di lapangan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sampah dipilih sebagai fokus utama karena dianggap sebagai persoalan yang paling sering ditemui, namun sebenarnya paling memungkinkan untuk ditangani sejak dini. "Kami melihat sampah ini masalah yang paling sering terjadi tapi sebenarnya paling mudah untuk ditangani, asalkan masyarakat paham cara memilahnya sejak awal," tambahnya.

Sasaran peserta pun tidak dipilih secara acak. Menurutnya, edukasi pemilahan sampah dinilai lebih efektif jika diberikan kepada anak-anak dibandingkan orang dewasa yang sudah memiliki kebiasaan lama. "Kami sengaja menyasar anak-anak usia di bawah 15 tahun karena kalau edukasi semacam ini diberikan ke orang dewasa, biasanya mereka sudah punya kebiasaan lama yang susah diubah. Lebih efektif kalau pemahamannya ditanamkan sejak masih anak-anak," jelas Ketua Kelompok KKN tersebut.

Selama sesi berlangsung, mahasiswa KKN menyisipkan ice breaking di antara pemaparan materi untuk menjaga konsentrasi siswa, mengingat rentang usia peserta yang masih anak-anak cenderung mudah kehilangan fokus apabila materi disampaikan secara satu arah dalam waktu yang cukup lama.

Untuk menghindari kesan monoton, sesi pembelajaran ditutup dengan permainan pemilahan sampah. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan berbaris menunggu giliran bermain. Mahasiswa KKN menyiapkan kartu bergambar berbagai contoh jenis sampah, kemudian setiap siswa secara bergiliran memilah kartu tersebut ke dalam empat keranjang berdasarkan kategori: organik, anorganik, kertas, dan bahan berbahaya beracun (B3). Permainan dibatasi waktu tiga menit per kelompok, dan kelompok dengan jumlah pemilahan paling tepat ditetapkan sebagai pemenang.

Metode permainan ini dipilih agar siswa tidak hanya menghafal materi secara teori, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pemilahan sampah sesuai kategorinya. Selama sesi permainan berlangsung, setiap kelompok berupaya menyelesaikan tugas pemilahan sampah dalam batas waktu tiga menit yang telah ditentukan.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program KKN SDGs UPNVJT Kelompok 11 di Desa Mojojejer, yang secara umum menyasar isu-isu terkait pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan dan sampah di tingkat masyarakat maupun lembaga pendidikan. Pihak sekolah diketahui turut mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan waktu dan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan materi kepada siswa.

Program pengelolaan sampah berbasis pemilahan sejak dini seperti ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sebagai fondasi perubahan perilaku jangka panjang.

Oleh : Khansa Dzakira Kemala Putri

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.383.717.602,00 Rp 1.383.717.602,00
100%
Belanja
Rp 1.121.151.232,31 Rp 1.121.151.232,31
100%
Pembiayaan
Rp 88.222.560,31 Rp 88.222.560,31
100%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 7.500.000,00 Rp 7.500.000,00
100%
Hasil Aset Desa
Rp 12.000.000,00 Rp 12.000.000,00
100%
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp 109.337.600,00 Rp 109.337.600,00
100%
Dana Desa
Rp 349.369.000,00 Rp 349.369.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 99.005.700,00 Rp 99.005.700,00
100%
Alokasi Dana Desa
Rp 365.768.000,00 Rp 365.768.000,00
100%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 435.737.302,00 Rp 435.737.302,00
100%
Bunga Bank
Rp 5.000.000,00 Rp 5.000.000,00
100%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 375.074.430,31 Rp 375.074.430,31
100%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 335.009.302,00 Rp 335.009.302,00
100%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 98.567.500,00 Rp 98.567.500,00
100%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 276.500.000,00 Rp 276.500.000,00
100%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 36.000.000,00 Rp 36.000.000,00
100%