SELAYANG PANDANG DESA MOJOJEJER
(Gambar gapura desa mojojejer)
Lokasi dan Geografis: Desa Mojojejer terletak di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah sebesar 224,92 Ha dan terdiri dari 3 dusun, yaitu Dusun Pulorejo, Dusun Mojojejer dan Dusun Sangararum, serta terdiri atas 3 RW dan 16 RT.
Secara geografis, Desa Mojojejer berbatasan dengan Desa Selorejo di sebelah utara, Desa Mojowangi di sebelah selatan, Desa Gedangan di sebelah barat dan Desa Mojoduwur di sebelah timur. Lokasi dari Desa Mojojejer juga cukup strategis karena berjarak sekitar 2 Km dari pusat Kecamatan Mojowarno dan berjarak 15 Km dari pusat Kabupaten Jombang.
Desa Mojojejer ini didominasi oleh wilayah datar dengan ketinggian 135 mdpl. Desa ini juga dialiri oleh beberapa sungai termasuk Kali Konto dan Sungai Jiken yang sangat mendukung kegiatan pertanian yang juga merupakan salah satu sektor utama mata pencaharian masyarakat.
Sejarah: Desa Mojojejer memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan desa-desa di sekitarnya, seperti Mojowarno, Mojowangi, dan Mojoduwur. Dahulu, wilayah ini merupakan hutan lebat yang dikenal sebagai Hutan Keracil, dengan banyak ditumbuhi pohon mojo. Berdasarkan catatan sejarah, Desa Mojojejer diperkirakan berdiri pada sekitar tahun 1849–1850 dan dibuka oleh R.S. Sadrono, R. Singotruno, serta R. Joas bersama para pengikutnya. Nama "Mojojejer" berasal dari banyaknya pohon mojo yang tumbuh berjajar di kawasan tersebut, yang kemudian menjadi identitas desa hingga saat ini.
Demografi: Masyarakat Desa Mojojejer dikenal memiliki kehidupan sosial yang harmonis dengan semangat gotong royong yang masih terjaga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian yang menjadi penopang utama perekonomian desa, didukung oleh semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Dari sisi sosial budaya, masyarakat hidup dalam suasana yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi antarumat beragama, serta partisipasi aktif dalam pembangunan desa melalui berbagai kegiatan sosial dan musyawarah.
Ekonomi: Perekonomian Desa Mojojejer didominasi oleh sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat, diikuti oleh sektor perdagangan sebagai sumber penghasilan terbesar berikutnya. Selain itu, sebagian warga juga bekerja sebagai pegawai swasta, wiraswasta, perajin, buruh tani, penyedia jasa, serta sebagian kecil berprofesi sebagai aparatur pemerintah dan anggota TNI/Polri. Keragaman mata pencaharian tersebut mencerminkan upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus menjadi potensi yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan desa.
Budaya dan Tradisi: Kehidupan budaya masyarakat Desa Mojojejer mencerminkan perpaduan nilai-nilai budaya Jawa dan ajaran keagamaan yang masih terpelihara hingga saat ini. Nilai kebersamaan juga diwujudkan melalui partisipasi aktif warga dalam kegiatan keagamaan yang didukung oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, seperti Remaja Masjid (Remas), Muslimat, Jamiyah Diba', dan Jamiyah Tahlil. Selain itu, budaya swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga, dana, maupun material menunjukkan kuatnya rasa kekeluargaan dan kepedulian antar sesama yang terus menjadi identitas Desa Mojojejer.
Wisata dan Potensi Alam: Desa Mojojejer menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dengan hamparan persawahan yang membentang luas, menciptakan udara yang sejuk, segar, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Keindahan alam tersebut menjadi potensi yang dapat dinikmati melalui berbagai aktivitas, seperti berjalan santai menyusuri area persawahan, bersepeda, menikmati panorama matahari terbit maupun terbenam, hingga mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan aktivitas pertanian yang menjadi ciri khas desa.Desa Mojojejer menawarkan suasana pedesaan yang masih asri dengan hamparan persawahan yang membentang luas, menciptakan udara yang sejuk, segar, dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Keindahan alam tersebut menjadi potensi yang dapat dinikmati melalui berbagai aktivitas, seperti berjalan santai menyusuri area persawahan, bersepeda, menikmati panorama matahari terbit maupun terbenam, hingga mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat dan aktivitas pertanian yang menjadi ciri khas desa.
Pembangunan dan Infrastruktur: Pembangunan di Desa Mojojejer didukung oleh kondisi wilayah yang relatif datar sehingga memudahkan pengembangan sarana dan prasarana desa. Berbagai fasilitas umum, seperti lembaga pendidikan, tempat ibadah, koperasi, pusat perdagangan, serta organisasi kemasyarakatan telah tersedia untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Selain itu, pembangunan desa juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat melalui budaya gotong royong dan swadaya, sehingga berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan secara kolaboratif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Harapan dan Masa Depan: Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Desa Mojojejer diharapkan dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang telah mengakar di masyarakat. Pengembangan sektor pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi alam dan budaya secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, Desa Mojojejer diharapkan mampu menjadi desa yang semakin inovatif, lestari, dan nyaman sebagai tempat tinggal maupun tujuan untuk mengenal kehidupan pedesaan.Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Desa Mojojejer diharapkan dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan yang telah mengakar di masyarakat. Pengembangan sektor pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi alam dan budaya secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat, Desa Mojojejer diharapkan mampu menjadi desa yang semakin inovatif, lestari, dan nyaman sebagai tempat tinggal maupun tujuan untuk mengenal kehidupan pedesaan.